Sabtu, 04 Januari 2014

Kopdaran WPC Bandung dan sekitarnya

Pada tanggal 30 Nopember 2013, Woman Preneur Community (WPC) Bandung dan sekitarnya mengadakan Kopdaran sekaligus Sharing Bisnis bersama Ibu Irma Sustika dan Ibu Ietje S Guntur di Sekolah Lare Alit Jalan Terusan Jakarta No. 214 Bandung. Kopdaran ini gratis alias free, mereka yang datang tidak dipungut biaya sedikitpun hanya membawa cemilan. Suasana yang nyaman sambil lesehan, santai dan saling berdiskusi satu sama lain.

Dua orang wanita hebat ini sengaja datang dari Jakarta hanya untuk bertemu dengan para wanita hebat di Bandung. Meskipun peserta yang mengikuti sedikit (10 orang dari Bandung dan 2 orang dari Bekasi) tetapi acaranya sangat dahsyat. Satu per satu mereka mengungkapkan permasalahan yang terjadi pada bisnis yang dijalani. Kejujuran mulai terungkap. Mulai dari harga, marketing dan foto produk yang ternyata belum dikuasai oleh mereka. “Pembullyan” pun dilakukan hanya untuk membuat mereka mengetahui bahwa sebenarnya produk yang mereka miliki sangatlah spesial, memiliki kelebihan dibandingkan produk yang lain. Hanya saja mereka belum mengetahui keunggulan dari produk yang mereka miliki.
WPC Pusat berdiri pada tahun 2009 di Jakarta dengan fokus di group salah satu social media dengan founder Ibu Irma Sustika dengan tujuan untuk berbagi (sharing) diantara sesama wanita apapun profesinya agar saling berbagi inspirasi,  berbagi semangat membangun semangat wirausaha dari rumah , baik wanita pekerja ,ibu rumah tangga maupun generasi muda ; menyadari potensi diri yang diberikan Tuhan, serta memanfaatkan potensi diri yang masih terpendam & meningkatkan  kualitas kehidupan dirinya beserta keluarganya, membangun semangat wirausaha bagi sahabat wanita .Kemudian WPC ini mengadakan workshop di berbagai daerah salah satunya Bandung. Tetapi baru diresmikan pada tanggal 16 Juni 2013 dalam acara Meet and Greet WPC Bandung dan sekitarnya.
 Kopdaran ini selain sebagai ajang silaturahim juga untuk menambah dan meningkatkan rasa percaya diri bahwa mereka mempunyai kemampuan dan jangan melihat bahwa bisnis yang mereka jalani saat ini hanya sebatas bisnis kecil-kecilan atau bisnis sampingan. Mengapa? Karena jika dalam diri kita menganggap bahwa bisnis yang kita jalani hanyalah sebagai sampingan atau kecil-kecilan maka hasil yang kita peroleh pun akan disampingkan dan selalu kecil. Fokus dalam menjalani bisnis dan bertanggung jawab terhadap pilihan bisnis yang kita jalani, maka bisnis tersebut akan semakin besar.
Jika kita tidak memiliki kemampuan dalam marketing atau penjualan, maka produk yang kita miliki tersebut dapat dibantu penjualannya oleh orang lain. Apalagi jika kemampuan yang kita miliki tersebut berasal dari hobi. Maka hobi kita bisa disalurkan melalui Workshop. Tetapi pastinya dalam pemikiran kita “jangan deh, nanti ilmu yang kita bagikan akan membuat orang lain menjadi tambah sukses” atau “bagaimana jika mereka (peserta workshop) lebih sukses dari kita”. Pemikiran tersebut harus dibuang sejauh-jauhnya. Positive Thingking, bahwa semakin banyak ilmu yang kita keluarkan maka semakin banyak ilmu yang kita dapatkan. Semakin banyak orang mengetahui kita memiliki bakat di workshop maka semakin banyak orang belajar dan terus meminta kita untuk mengajar. Pastinya kegiatan kita jika diketahui oleh media, maka akan diliput oleh media juga.







Catatan :
Artikel ini pernah dimuat di Harian Republika pada tanggal 24 Desember 2013


Jumat, 29 November 2013

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sekolah Lare Alit

Q : Apa sistem yang digunakan oleh Sekolah Lare Alit?
A : Sistem pembelajaran yang digunakan oleh Sekolah Lare Alit adalah sistem SENTRA. Karena di sekolah PAUD ini ada sistem pembelajaran klasikal seperti dipergunakan di sekolah PAUD saat ini dan sistem SENTRA

Q : Apa itu sistem SENTRA?
A : Sentra adalah zona, titik, station, lokasi dimulai nya seorang anak untuk melakukan aktivitas kegiatannya atau pembelanjarannya. Sistem ini diperkenalkan oleh Pamela Phelps pada tahun 2001 di Florida Kreative School. Kemudian dibawa ke Indonesia melalui perwakilan sebanyak 27 orang termasuk Direktur Lembaga Sekolah Lare Alit, Ibu Yulis Djuhana. Sistem Sentra murni ada 6 yaitu Sentra Persiapan, Sentra Balok, Sentra Bahan Alam, Sentra Musik, Sentra Main Peran dan Sentra Seni Budaya.

Q : Apa perbedaannya dengan kelas?
A : Aktivitas didalam KELAS, merupakan aktivitas murid yang berpusat kepada gurunya, sehingga si murid harus mengikuti apa kata gurunya, zona yang dibatasi, tidak ada gerak motorik kasar dan halus. Sedangkan SENTRA kebalikan dari KELAS, ruang gerak tidak dibatasi sehingga murid bisa bergerak secara leluasa, dan tidak menggunakan meja dan kursi dalam pembelajarannya. Zona yang bisa diperluas, berpusat pada anak untuk memfasilitasi kemampuan yang dalam diri anak tetapi masih mengikuti aturan.

Q : Apa keunggulan sistem SENTRA?
A : Metode sentra, cara terbaik untuk menemukan potensi dan kemampuan anak sejak usia dini. Sehingga ketika masuk ke jenjang selanjutnya yaitu Sekolah dasar, si anak  tidak akan bosan dan capai dengan metode calistung yang telah diterapkan sebelumnya. Lebih mandiri dan memiliki kepribadian, karena mereka bisa memilih apa yang mereka sukai tetapi tetap mengikuti aturan yang ada

Q : Apa itu Sentra Persiapan?
A : Sentra Persiapan merupakan sentra yang digunakan untuk anak mulai dari umur 4 tahun keatas. Tetapi tidak menutup kemungkinan bisa digunakan oleh anak berumur 4 tahun kebawah sebagai pengenalan saja. Di sentra ini anak-anak mengenal keaksaraan atau calistung dengan menggunakan media dan alat hitung yang menyenangkan seperti jepit jemuran, sedotan dan lain-lain.

Q : Kurikulum yang digunakan apakah sesuai dengan aturan DEPDIKBUD?
A : Sekolah PAUD merupakan sekolah yang bersifat formal untuk kelembagaannya dan bersifat informal untuk pembelajarannya. Maksudnya, Sekolah PAUD itu harus melalui persyaratan yang bersifat formal atau harus ada payung hukum didalamnyaseperti pendaftaran nama, pengesahan melalui notaris dan lain-lain. Tetapi dalam pembelajarannya diserahkan langsung kepada lembaganya.

Rabu, 27 November 2013

Mengendalikan Amarah Anak

“Mama Raka, maaf bisa datang ke sekolah? Ada yang ingin saya ceritakan”, Ibu Guru TK Aldebaran Raka Nabhan Pradipta atau Raka (7 tahun) menelepon saya pertama kalinya dan saya bingung. Disaat mengantar Raka ke sekolah, saya bertemu dengan Ibu Guru Raka kemudian dia menceritakan bahwa Raka mempunyai emosi yang “meledak-ledak” dan tidak bisa mengendalikan diri, sehingga banyak “korban” dari teman-temannya. Misalnya jika ada temannya yang meledek Raka maka Raka tidak akan pernah terima dengan perkataanya, dia akan terus mengejarnya kemudian dia melempar batu ke temannya sampai balas dendam yang ada dalam hatinya terlampiaskan. Saya bingung apa yang harus saya katakan. Memang sejak kepergian Omanya, emosi Raka menjadi labil, gampang marah dan sering disebut sebagai “anak nakal” baik dilingkungan sekolah maupun keluarga. Ibu Guru Raka menyarankan saya untuk berkonsultasi dengan psikolog, sehingga mengetahui bagaimana cara menanganinya. Saya setuju dengan pendapat Ibu Guru Raka ini. Saya harus bisa secepatnya mengendalikan emosi Raka sebelum terlambat apalagi dia masih berumur lima tahun saat itu.

Saya memikirkan satu hal, apakah Raka kehilangan sosok Omanya atau dia kehilangan kasih sayang seluruh keluarga? Karena kondisi saya yang bekerja, ayahnya yang juga bekerja di luar kota dan satu bulan sekali bertemu dengan dia. Dia juga mempunyai adik yang selisih umurnya hanya 1tahun 8 bulan sehingga dia merasa ada beban dalam dirinya untuk menjaga adiknya. Dan satu hal lagi bahwa dia kehilangan Oma yang selama ini telah menjaganya setiap hari. Kemudian saya menceritakan kejadian disekolah Raka kepada ayahnya dan dia setuju untuk bertemu dengan psikolog disaat dia berkunjung ke Bandung. Saya mencari psikolog anak di Bandung, tetapi tidak ada jadwal praktek di hari Sabtu dan Minggu. Pasrah tetapi tetap mencari. Akhirnya saya menemukan istilah Hypnoparenting (metode hipnotis untuk mendidik anak) dan Alhamdulillah klinik di Bandung buka pada hari Sabtu tetapi harus melalui janji (appointment) terlebih dahulu. Saya berdiskusi kembali dengan ayah Raka dan dia setuju untuk mencoba datang kesana.

Diakhir pencarian,  saya menemukan artikel dan ternyata ada di buku pelajaran Raka sekarang. Inilah artikelnya, pada tahun 1970-an, sebuah tim yang dipimpin oleh seorang Professor dari Stanford University, Amerika Serikat, membuat penelitian dengan obyek anak-anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 30 orang dengan cara ditempatkan didalam ruangan. Masing-masing anak ini diberi sepotong kue dan diberikan instruksi untuk sabar menunggu tidak memakan kue yang tadi diberikan dan akan diberikan kue tambahan lagi. Kemudian professor tersebut memantau dari tempat lain yang tidak diketahui oleh anak-anak. Pada menit pertama, situasi di ruangan tersebut tenang. Pada menit kedua, situasi mulai berubah, anak-anak mulai gelisah, beberapa diantaranya sudah mulai memakan kuenya. Dari menit ke menit satu persatu anak-anak memakan kuenya. Akhirnya di menit ke-15, Professor kembali masuk ke ruangan tersebut dan hanya 3 anak saja yang bertahan tidak memakan kuenya.

Tim peneliti tersebut kembali menguji di TK yang lain, hasilnya hampir sama, ada yang 2 orang anak bertahan, bahkan ada yang tidak satupun menyisakan kue. Total jumlah anak yang diteliti sekitar 390 anak dan yang “lulus” hanya 30 anak. Kemudian anak-anak yang diteliti tersebut dipantau perkembangannya selama 10 tahun dan hasilnya adalah anak-anak tersebut telah remaja dan pastinya sudah bersekolah. 30 anak yang lulus ujian makan kue ternyata memiliki prestasi belajar baik dan memiliki kemampuan sosial bagus. Sedangkan anak-anak yang tidak lulus hanya sedikit yang berhasil baik di sekolahnya bahkan banyak yang terhambat dan bermasalah

Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengendalikan diri merupakan faktor utama dalam kehidupan. Karena jika kita tidak bisa mengendalikan diri/hawa nafsu terutama nafsu amarah maka kehidupan sosial kita akan dipenuhi dengan hal-hal yang negatif. Tidak pernah berada dalam ketenangan, menanggapi segala sesuatu dengan berlebihan dan tidak dapat menentukan pilihan prioritas yang harus dikerjakan merupakan ciri-ciri orang yang tidak bisa mengendalikan diri. (Workbook Taqwa Character Building SD Darul Hikam hal. 30)

Dari penelitian ini saja, jika anak-anak yang tidak bisa mengendalikan diri untuk makan kuenya disaat pertumbuhannya ada faktor yang terbawa hingga dia remaja sehingga banyak hambatan dan bermasalah. Apalagi Raka yang benar-benar tidak bisa mengendalikan diri dan menahan emosi, apa yang akan terjadi dengannya dimasa datang? Itulah yang menjadi pemikiran saya dan akhirnya siap berkunjung ke klinik Hypnoparenting ini.

Hari Sabtu tiba, kami mencari alamat klinik Hypnoparenting ini. Terkesan dari luar bukan klinik melainkan rumah yang disulap menjadi tempat praktek. Awalnya saya berpikir, rumah ini mungkin dijadikan malpraktek, tetapi kami mencari informasi dan masuk kedalam. Alhamdulillah ternyata benar dan kami diminta untuk menunggu terlebih dahulu. Nama kami dipanggil dan dipersilahkan masuk tetapi tanpa Raka. Seorang Bapak yang masih muda menurut kami mempersilahkan kami duduk. Raka dan Dede menunggu diluar dan bermain bersama karena memang disediakan banyak mainan disini. Tetapi perasaan kami juga was-was. Bagaimana jika terjadi pertengkaran? Bagaimana jika Dede menangis? dan lain sebagainya. Tapi niat kami baik dan berdoa kepada Allah semoga diberikan jalan sehingga Raka dan Dede tidak bertengkar.

Sebelum kami menceritakan permasalahan yang kami hadapi,  Bapak ini menceritakan terlebih dahulu dan menerangkan bahwa dia sebenarnya bukan seorang psikolog. Klinik Hypnoparenting ini dibuka karena dia telah berhasil menyembuhkan orang lain terutama anak-anak itupun berdasarkan pengalaman pribadinya. Dia berkata “Mengapa anak Bapak dan Ibu tidak saya ijinkan masuk? Pastinya di pemikiran Bapak dan Ibu, bahwa anaknya yang akan saya hipnotis. Bukan. Di umur balita, anak Bapak dan Ibu tidak akan saya hipnotis, melainkan orang tuanya. Maksudnya  bukan seperti hipnotis pada umumnya, melainkan saya akan memberitahu Ibu dan Bapak bagaimana menghadapi anak yang bermasalah”.

Ternyata benar, Raka bermasalah. Kami diberikan beberapa lembar kertas,dan mencatat point-point penting. Berikut kami beberapa point yang kami ingat. Point pertama adalah kami tidak boleh mengatakan kepada Raka “anak nakal”, meskipun dia berbuat salah seharusnya kami bisa berkomunikasi dengannya bukan memarahinya. Teriakan akan dibalas dengan teriakan karena umur balita merupakan peniru ulung. Pantas setiap Raka kami ajak bicara dia selalu berteriak menjawabnya karena dia meniru Omanya yang sering kali berteriak kepada Raka apalagi jika marah.
Point kedua adalah kami harus membaca doa bersama sebelum tidur dan meminta kepada Allah supaya Raka menjadi anak sholeh dan pintar. Kegiatan ini menjadi rutin sampai dengan saat ini. Setelah terlelap beberapa menit, ternyata otak bawah sadarnya masih bisa mendengarkan obrolan kami, disaat itulah kami selalu berbicara kepada Raka untuk menjadi anak pintar, tidak berkelahi dengan teman-teman pastinya bisa mengendalikan amarah dan teriakan.

Point ketiga adalah setiap Raka ingin marah apalagi dengan teriakan, kami akan memeluk, menyuruhnya untuk bernafas panjang dan berbicara kepada dia apa yang menyebabkan dia marah kemudian kami akan menasehatinya. Ternyata point ini merupakan point yang selalu diingat dia. Jika saya marah, dia akan memeluk dan berkata “Mama jangan marah yah, nanti cepat tua”. Saya tersenyum dan memeluk kembali Raka

Selama 2 jam kami berdiskusi dengan Bapak yang tidak bisa saya sebutkan namanya. Di jam terakhir inilah kegelisahan anak-anak terlihat dan masuk menemui kami. Bapak itu memegang tangan Raka, kemudian dia berkata bahwa di tangan kanan Raka urat-uratnya bergelombang seperti ada ulir dan tidak rata. Menurut Bapak, inilah yang menunjukkan bahwa Raka bermasalah terutama dalam emosinya dan biasanya tulisannya jelek. Untuk itu kami harus sering memijat bagian tangan ini sehingga tulisan Raka menjadi sedikit rapi dan jelas terbaca oleh orang lain

Alhamdulillah setelah tiga bulan mencoba, Raka mengalami perubahan yang signifikan. Kami mendapatkan informasi perubahan ini dari sekolah TKnya. Dia bisa mengendalikan emosi, tetapi jika temannya terus meledek, maka amarahnya akan langsung  memuncak. Oleh karena itu, Ibu Guru tidak akan memanggil Raka melainkan “korban” Raka, karena dia yakin jika Raka tidak diledek terus menerus maka dia tidak akan melawan atau balas dendam. Tetapi kami juga diingatkan oleh Ibu Guru Raka supaya terus menerus menjelaskan kepada Raka bagaimana balas dendam yang baik.

Kami khawatir juga disaat Raka masuk SD, takut kejadian terulang kembali seperti di TK dulu. Alhamdulillah ternyata perasaan kami salah.  Kami sering berkonsultasi dengan gurunya, dia mengatakan Raka bisa mengendalikan emosi dengan baik, Jika berkelahi dengan temannya hanya berupa adu mulut saja itu sudah biasa, yang terpenting bukan adu fisik. Begitupun di mobil jemputan, ternyata Raka menikmati bersama teman-temannya.


Sujud syukur kami panjatkan kepada-Nya, meskipun emosi Raka terkadang memuncak, tetapi kami berusaha untuk tetap bisa mengendalikan emosinya. Terus menerus berkomunikasi, memberi pengertian dan memberi contoh yang baik kepada Raka dan Dede. Dan kami tetap harus banyak belajar dalam mengendalikan emosi. Terkadang kami tidak sadar berteriak kepada anak-anak jika mereka tidak mau menuruti kami tanpa kami memberitahu terlebih dahulu alasannya. Belajar dan terus belajar, mendapatkan  pelajaran yang berharga dan pengalaman untuk menjadi orang tua yang baik bagi Raka dan Dede.

Sabtu, 23 November 2013

Mengapa harus Memiliki Website?

Bagi Anda yang mempunyai bisnis baik dalam bentuk jasa maupun produk biasanya memerlukan toko untuk memajangkan usahanya, bisa berbentuk fisik (offline) atau online. Di jaman teknologi ini, toko online (online shop) menjadi sasaran utama para pebisnis, terutama sosial media seperti facebook, twitter, instagram, blackberry messanger dan lain-lain. Anda bisa memanfaatkan gadget, laptop/komputer dan modem yang Anda punya, sehingga jaringan penjualan menjadi semakin luas dibandingkan dengan penjualan offline. Masyarakat  lebih banyak meluangkan waktu untuk melihat-lihat barang secara online dibandingkan harus ke mall karena faktor macet, cuaca dan sebagainya. Bahkan konsumen yang ingin membeli sesuatu seperti hadiah akan mencari inspirasi secara online terlebih dahulu.

Beberapa keuntungan berjualan secara online adalah :
1.      Konsumen bisa membeli dimana saja dan kapan saja, tidak perlu keluar rumah, hanya menggunakan gadget atau laptop/komputer dan modem di rumah.
2.      Jaringan penjualan yang luas sampai ke ujung dunia, tidak saja di Indonesia.
3.      Penjualan yang bisa dilakukan melalui transfer antar bank, rekening bersama, paypal dan lain sebagainya.
4.      Tidak perlu bertatap muka untuk melakukan transaksi penjualan. Hanya memerlukan kepercayaan diantara kedua belah pihak.
5.      Penjual tidak perlu membatasi produk yang akan dijual, karena tidak ada batas maksimal yang berlaku dalam berjualan secara online kecuali disosial media.
6.      Penjual bisa mencatat data konsumen setiap ada transaksi sehingga pada suatu saat terdapat produk baru maka konsumen tersebut bisa dihubungi kembali

Selain berjualan online melalui sosial media, diharapkan pebisnis mempunyai website sendiri. Mengapa? Karena sosial media tidak menjamin akan “hidup” selamanya di dunia maya. Banyak kasus yang terjadi  sosial media ini hilang dari dunia maya, bisa faktor bangkrut sehingga harus dibeli seluruh sahamnya dan terjadi pergantian manajemen atau sosial media tersebut ditinggalkan oleh “pengikutnya”. Contoh yang sering diingat adalah Multiply dan Friendster. Para pebisnis yang memulai awal bisnisnya di Multiply tetapi tidak memiliki “tempat” lain sehingga fokus berbisnis di tempat ini ternyata harus rela melepas semua jualannya karena Multiply sekarang telah diambil alih dan posisinya sudah tidak ada di dunia maya lagi.

Beberapa keuntungan memiliki website selain keuntungan jualan online diatas adalah :
1.      Menyimpan barang jualan sebanyak mungkin tanpa dibatasi termasuk pelayanan yang akan Anda berikan kepada konsumen
2.      Mengenal konsumen lebih dekat. Anda bisa mengetahui pengunjung di website dari mana saja, umur berapa, pendidikan dan lain-lain
3.      Tidak perlu lagi menunggu nama, alamat dan no HP konsumen yang biasanya harus dikirim melalui sms karena Anda bisa menggunakan data-data tentang konsumen di website.
4.      Menunjukkan “jati diri” sebagai pebisnis yang profesional

Salah satu hal yang harus Anda ingat adalah Anda jangan terlebih dahulu berpikir bahwa berjualan online baik melalui sosial media maupun website, Anda akan mendapatkan omset dengan “secepat kilat”. Sosial media atau website hanya alat untuk membantu Anda meraih juga konsumen dari luar dan menampilkan produk-produk Anda yang mungkin tidak bisa dipajang di toko offline.

Hal-hal yang harus diperhatikan disaat membuat website adalah :
1.          Nama Domain (Name Domain). Anda bisa menggunakan nama sendiri, brand atau nama perusahaan sebagai nama domain. Anda harus menggunakan nama domain yang singkat, padat dan jelas yang bisa diingat oleh semua orang. Jika Anda telah memiliki perusahaan berbentuk CV atau PT, lebih baik menggunakan domain yang berakhir dengan .co.id, karena perusahaan akan langsung teregister oleh Dinas terkait.
2.          Hosting yaitu jasa layanan internet yang menyediakan sumber daya server-server untuk disewakan sehingga memungkinkan organisasi atau individu menempatkan informasi di internet berupa HTTP, FTP, Email atau DNS. Anda bisa mencari jasa hosting ini melalui bantuan google dengan memperhatikan ketika memilih hosting yang akan Anda gunakan di website, yaitu :
-       Kebutuhan Anda tehadap space dan bandwidth. Semakin banyak tulisan dan foto yang akan Anda pajang di website, maka semakin besar space yang diperlukan. Semakin banyak pengunjung di website maka semakin besar bandwidth yang Anda perlukan di website.
-       Target pengunjung. Jika Anda  memilih target dari dalam negeri lebih baik gunakan sever lokal sehingga menghemat bandwidth dan jika Anda memilih target dari luar negeri lebih baik gunakan server dari luar juga. Tetapi keadaan ini tidak mutlak
-       Sesuaikan kebutuhan hosting di website dengan berkonsultasi langsung ke jasa server yang telah Anda pilih.
3.          Paket E-Commerce. Beberapa jasa pembuatan website untuk toko online telah membuat paket e-commerce dan Anda bisa mencarinya di google. Salah satu yang saya ketahui adalah www.mastertokoonline.com
4.          Cara Pembayaran atau Cara Pemesanan. Didalam website harus diberikan petunjuk cara pembayaran atau cara pemesanan produk kepada konsumen sepert bank mana sajakah konsumen bisa membayar/mentransfer dan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk membeli suatu barang.
5.          Isi dan Produk. Anda akan menemukan Administator panel di dalam website, kegunaanya untuk mengganti atau menambah isi dalam website diantaranya adalah halaman produk (products pages). Jangan lupa untuk membuat foto yang menarik dan menulis spesifikasi setiap produk yang Anda jual
6.          Pemasaran. Agar website Anda bisa masuk ke dalam halaman Google dan gampang dicari oleh orang, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang SEO (Search Engine Optimazion) atau Optimasi Mesin Pencari. Tetapi tidak perlu kuatir, beberapa jasa pembuat website toko online telah “menempelkan” SEO ini kedalam website yang Anda pilih, sehingga Anda tidak perlu repot untuk belajar. Tetapi lebih baik lagi jika Anda mengetahui SEO ini.

Anda harus memiliki website dengan template atau design yang menarik, sehingga orang akan tertarik berkunjung untuk melihat-lihat bahkan membeli barang-barang yang Anda jual. Masih ingat dengan istilah “Tampilan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah Anda?”. Istilah ini berlaku juga untuk website. Didalam website, Anda harus bisa menunjukkan keuntungan dari produk yang Anda, meyakinkan konsumen melalui tulisan atau foto-foto sehingga layak untuk dibeli dan bisa memastikan kepada konsumen bahwa Anda bisa dan layak untuk dipercaya dalam melakukan jual beli online.

Hal-hal yang harus diperhatikan sehingga pengunjung akan menyukai website Anda adalah :
1.      Gunakan kalimat yang kreatif dan unik dalam penyampaian spesifikasi produk sehingga orang akan mudah dalam mencari produk yang diinginkan dan tertuju ke website Anda.
2.      Memanfaatkan blog sebagai media iklan yang elegant selling, Anda bisa menulis apapun tentang profil, usaha dan lain sebagainya kemudian Anda bisa menyelipkan produk yang Anda jual. Sehingga konsumen pun selain bisa melihat-lihat produk, bisa juga membaca tulisan-tulisan Anda. Seperti istilah “Sambil menyelam minum air”
3.      Tetap memanfaatkan social media yang telah Anda punya, sehingga Anda pun bisa menjaring teman-teman social media untuk berkunjung ke website.


Website dan sosial media tetap harus bisa menjadi media untuk berjualan online tanpa kehilangan kepercayaan dan tanggung jawab diantara kedua belah pihak (penjual dan pembeli). Sehingga masyarakat pun akan semakin tertarik untuk selalu membeli dan terus membeli melalui media ini.